Penyebab Umum Hidrokel pada Bayi

Penyebab Umum Hidrokel pada Bayi

Tahukah kamu apa itu hidrokel? Ini merupakan penyakit yang merupakan pembengkakan pada skrotum dan tentunya hanya dapat terjadi pada laki-laki. Hidrokel dapat memunculkan rasa tidak nyaman dan umumnya tidak saki dan berbahaya. Namun beberapa kasus penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi dan rasa sakit seperti rasa nyeri yang tentunya akan menganggu. Tahukah kamu bahwa penyakit ini juga dapat menyerang bayi? Pada kebanyakan kasus risiko penyakit ini akan meningkat jika bayi lahir prematur. Apa saja sih penyebab umum hidrokel pada bayi? Menurut halodoc.com sebagian besar penyebab umum hidrokel tidak diketahui, hidrokel pada bayi biasanya telah terbentuk sebelum lahir. Kondisi ini dapat menjadi tanda adanya celah terbuka antara perut dan skrotum. Dalam kandungan, testis bayi yang berada di bagian perut akan turun ke dalam skrotum, melalui celah antara rongga perut dan skrotum. Kedua testis ini terbungkus dalam kantung yang berisi cairan. Menurut sehatq.com penyebab umum hidrokel adalah ketika cairan tidak diserap sempurna atau saat saluran tidak tertutup. Saluran ini merupakan saluran untuk testis agar dapat bergerak turun dan masuk ke kantung skrotum. Namun, penyebab hidrokel pada bayi belum diketahui. Terdapat beberaka keadaan yang sering dikaitkan dengan hidrokel pada bayi yaitu seperti genital ambigus atau kelainan pada organ genitar di mana alat kelamin bayi tidak jelas laki-laki atau perempuan, kriptorkismus atau kegagalan testis untuk turun ke dalam skrotum, letak lubang penis yang abnormal, kelainan hati yang disertai asites atau penumpukan cairan di rongga perut, kelainan dinding perut dan prematuris.

Dilansir dari sehatq.com terdapat dua jenis hidrokel pada bayi, yaitu communicating hydrocele dan non communicating hydrocele. Communicating hydrocele adalah hidrokel yang terjadi karena saluran tidak menutup. Pada tipe ini pembengkakan bisa bertaman sering dengan waktu karena saluran tetap terbuka. Sedangkan non cummunicating hydrocele adalah keadaan di mana hidrokel yang terjadi karena saluran menutup normal, tetapi tibuh tidak menyerap sisa cairan. Hidrokel tipe ini sering dihubungkan dengan hernia inguinalis, yaitu kondisi di mana sebagian ususn turun masuk ke dalam kantung skrotum.

Pada bayi, biasanya penyakit ini akan menghilang dengan sendirinya sampai berusia dua tahun. jika hidrokel masih ada setelah berusia tersebut atau bahkan menimbulkan rasa nyeri, maka langkah yang dapat diambil adalah operasi. Cara ini dianjurkan jika hidrokel masih ada setelah bayi berusia dua belas sampai delapan belas bulan. Pada orang dewasa, hidrokel biasanya akan menghilang dengans sendirinya pada jangka waktu selama enam bulan. Tindakan medis hanya akan diperlukan jika hidrokel menyebabkan rasa nyeri atau mengganggu kegiatan.

Terdapat beberapa risiko yang dapat dialami oleh pengidap hidrokel setelah menjalani operasi hidrokelektomi seperti gangguan irama jantung, pendarahan, reaksi alergi, infeksi, kesulitan dalam bernapas dan penggumpalan darah. dokter biasanya akan menyarankan pengidap untuk menggunakan scrotal support dan mengompres skrotum dengan es baru agar dapat mengurangi membengkakan.

Apa saja tanda bahaya hidrokel pada bayi? Umumnya hidrokel tidak berbahaya bagi bayi dan tidak mempengaruhi fungsi produksi testis. Namun, jika disertai dengan hernia, kondisi ini dapat berbahaya dan membutuhkan penanganan segera. Hidrokel pada bayi sebagian besar memang tidak berbahaya, namun kamu perlu waspada sebagai orang tua. Kenali penyakit ini seperti penyebab umum hidrokel dan jangan lupa untuk berkonsultasi pada dokter untuk penanganan yang tepat. Jangan sampai terkena komplikasi atau penyakit yang lebih parah.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.